Benar kata orang, ketika kita telah memiliki sesuatu, terkadang kita tidak sadar bahwa hal itu sangatlah berharga nilainya dan kita bahkan nyaris menyia-nyiakannya. Dan banyak orang mengatakan seharusnya kamu bersyukur akan hal yang telah kamu miliki.
Tapi ini lain halnya dengan yang sedang terjadi pada diriku dan dirinya. sejujurnya aku sangat bersyukur telah memilikinya dan bahkan sangat takut untuk kehilangannya.
kemudian mereka mengatakan, lalu apakah kamu sadar apa yang kamu lakukan adalah hal sebaliknya,
tapi bagiku tidak, aku yakin dengan melepaskannya akan dapat membuatnya menjadi lebih baik dengan rasa sakit untukku yang akan menjadi resikonya. ini adalah bentuk rasa sayang ini kepadanya, aku takut dia terlalu jauh mencintaiku, dan melalaikan cinta untuk-Nya yang seharusnya di berikan kepada sang maha pemilik cinta. dan aku tidak ingin dia jatuh lebih jauh dalam perjalanan kisah yang semu itu, dalam ikatan yang tidak mendapatkan ridho dari-Nya.
karena semakin ku menyayanginya, semakin aku harus rela untuk melepasnya, dan aku ingin dia mengetahui bahwa ini bukanlah akhir segalanya, perjalanan ku dan dia masih sangatlah panjang, aku takut terlampau sering aku menyakitinya tanpa aku sadari itu,
Seandainya dia tahu dan mengerti, bahwa aku akan terus mencoba menunggu, hingga saatnya tiba disaat aku pun merasa mampu mengarungi kehidupan dunia ini, dan memiliki bekal yang cukup untuk mencapai sebuah kebahagiaan yang sebenarnya dalam naungan rahmat-Nya.
aku akan kembali,,,,,,,,
Sebuah isyarat hati,,,
tampaknya bukan sekarang
lihatlah,,,
terlampau jauh cerita kisah kita,,,
disaat kita ingin kembali,,,
tampak kesulitan akan menghampiri,,
jangan salahkan diri,,,
memang hati tak dapat ditebak kemana arahnya,,
ketika suatu petunjuk datang,,,
kekesalan mendengar semua itu,,,
bahwa memang, belum saatnya sekarang,,,
jalan untuk kita lalui masih berliku,,,
berhenti sekarang, ,,
akan melemahkan langkah kaki,,,
yang seharusnya selalu kau pijakkan,,
untuk merengkuh, cita mu,,,,
bukan sekarang,,,
belum untuk saat ini,,,
yakinlah, kau sangat aku cintai,,,
tapi, apalah makna nya,,
jika kepalsuan akan terus menghampiri,,
hingga kita benar benar bersatu,,,
biarkanlah langkahmu,,
berjalan sejenak, pergi perlahan meninggalkanku,,,
meski ku yakin hati ini akan sakit,,,
Kesedihanku
malam terasa mulai tampak gelap,,,,
menutupi nuansa cahaya yang kelabu,,,
bagaikan jiwa yang tergugurkan semangat dalam kepekatan,,
entah apa yang tengah aku rasakan,,
disaat seharusnya raga ini, berlari menyambut gemerciknya kebahagiaan,,
gelisah dan gundah tetap tak dapat aku tepiskan,,,
sadarkah atau tahukah aku, makna ketakutan,,,
aku belajar memahami makna hidup yang sulit aku pikirkan,,,
terkadang riang itu tiba,,,
membalikkan kerisauan yang selalu menekan kalbu,,,
dan sebaliknya, dikala hati ini meronta,,
menolak terbitnya kerisauan itu,,,
tak kuasa menahan,,,
jujur, kemunafikanku,,,
tak tergambarkan oleh kata kata yang jelas,,
tak dapat dilihat dengan otak yang coba memikirkan,,
tapi, akan kulihat nanti,,
apakah masih tetap seperti ini,,,
atau apakah hati ini memang sudah rapuh,,,
entahlah, aku hanya bergerak, berputar mengikuti rotasi kehidupan...
tanpa tahu alur perputaran itu,,,,






